New Normal – Normal Baru

Beberapa bulan terakhir sering sekali mendengar istilah “new normal” atau “normal baru” sejak pandemi covid19 (Corona Virus Disease 2019). Banyak definisi dari istilah new normal ini, sahabat negeriawan dapat langsung googling untuk mengartikan istilah tersebut.

Lebih jauh, istilah new normal sebenarnya sudah muncul ketika masa transformasi digital berlangsung (digitalisasi). Namun new normal era ini lebih ke arah cara berpikir dan bekerja dengan cara perangkat/ teknologi digital. New normal pada masa ini disebabkan oleh disruption yang merupakan impact dari digitalisasi. Pola pikir / system lama dipaksa untuk dapat adaptasi dengan system digital secara agile agar tidak ketinggalan. Faster saja tidak cukup sehingga muncul istilah agile.

Dengan ada pandemi covid19, secara tidak langsung memaksa semua orang hidup secara new normal. Mulai dari system / tata kelola bekerja, jual beli, perbankan, manufaktur, sosial budaya lebih-lebih terkait kesehatan. Muncul budaya baru, cara baru, kebiasaan baru di masyarakat, seperti: disiplin menggunakan masker ketika beraktifitas, rajin mencuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer sebelum dan sesudah beraktifitas, social distancing -menjaga jarak aman- ketika berkomunikasi dengan orang lain, dll.

Apalagi terkait kesehatan masyarakat dan dunia kedokteran, semua rumah sakit menggunakan protokol kesehatan baru untuk menangani pasiennya terkhusus pasien yang suspect covid19. Seluruh tenaga medis menggunakan perlengkapan APD (Alat Pelindung Diri) seperti berperang. Menggunakan baju hazmat, kacamata pelindung, masker kesehatan, sepatu boot.

New normal ini sangat dekat dengan proses digitalisasi, karena salah satu semangatnya adalah touchless (mengurangi kontak fisik). Uang digital dan toko online menjadi lebih populer untuk proses transaksi jual beli. Sales yang sebelumnya banyak menggunakan kertas untuk transaksi (nota, invoice, faktur, dll) sudah banyak berubah menggunakan perangkat handheld/ gadget (paperless). System absensi karyawan sudah mulai bermigrasi ke absensi online dengan perangkat smartphone/ gadget masing-masing karyawan (memanfaatkan teknologi GIS – Geographic Information System).

Dalam dunia perbankan, untuk pembukaan rekening baru sudah dapat dilakukan nasabah tanpa harus datang ke kantor. Cukup melakukan pengiriman data diri melalui aplikasi mobile yang sudah terhubung ke system bank tersebut. Selama masa pandemi covid19, beberapa perusahan juga memberlakukan system bekerja dari rumah atau lebih dikenal dengan istilah WFH – Work From Home.

Lalu bagaimana untuk system/perusahan/individu yang belum siap dengan kondisi new normal pandemi covid19 ini? Jawabannya adalah seperti pada new normal era transformasi digital, yaitu disruption. Pandemi covid19 memaksa semua memasuki kondisi new normal lebih cepat dari prediksi para ahli. So, sudah seharusnya kita bersiap untuk new normal dengan beradaptasi secara agile atau kita yang akan terkena disruption.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *